Tampilkan postingan dengan label Friendships. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Friendships. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 07 Januari 2012

50 to 23, Darling…

0 komentar




Saya memutuskan untuk pindah kost dari Swakarya 50 ke Tawangsari 23. Banyak faktor yang mendasari kepindahan saya.
Dan itu hanya saya dan ibu kost lama saja yang perlu tahu. J

Setengah terharu setengah geli ketika pindahan dan teman-teman saya bahagia sekali saya pindah dari kost lama.
Pindahan saya jadi ‘sesuatu’ sekali karena dibantu 4 teman saya, tang dengan brutal mengepak barang-barang saya tanpa ba-bi-bu dan mengangkatnya dengan perkasa (terutama Nadira). Akhirnya koper besar, gallon air dan lemari saya berpindah tempat ke kamar orange baru saya. Triiing…!
Big thanks to Nadira, Fany, mbak Nana, mbak Ninik dan kak Ami juga J Bahagia sekali jika saya bisa membalas kebaikan kalian suatu saat nanti. Jika saya belum bisa membalas, semoga Allah membalasnya dengan lebih..lebih… lebih… Amin.
Saya percaya, menanam satu kebaikan tidak hanya berbuah satu kebaikan. Kebaikan itu seperti reaksi fisi nuklir yang akan terus berkembang dan menjadi banyak, walaupun hanya berasal dari satu atom uranium kecil.

Selasa, 03 Januari 2012

Belajar

0 komentar


Akhir-akhir ini, saya jadi lebih menyadari makna 'belajar'. Bukan hanya sekedar belajar materi secara akademik, belajar melatih softskil atau belajar bersosialisasi.

Namun saya belajar nilai-nilai kehidupan dari teman-teman saya.

Karena teman memang tidak hanya partner berbagi, tapi ternyata adalah tempat menggali ilmu yang tidak akan habis!

Saya memiliki teman-teman dengan berbagai karakter. Dan itu bukan masalah, justru sangat menyenangkan.

Ketika saya bertemu dengan orang-orang yang tidak sama sifatnya, orang-orag yang memiliki pandangan hidup berbeda, orang-orang dengan prinsip yang berbeda serta orang -orang dengan citra yang berbeda.

Saya belajar tentang bagaimana memandang hidup dengan realistis.
Saya belajar tentang bagaimana hidup dengan simpel.
Saya belajar tentang bagaimana memupuk rasa kebangsaan.
Saya belajar tentang bagaimana menjadi manusia yang kontributif.

Saya belajar bahwa hidup itu tidak harus selalu serius.
Saya belajar tentang kegagalan.
Saya belajar tentang semangat.

Saya belajar bahwa masih ada banyak hal yang dapat dilakukan di dunia.
Saya belajar menghargai hidup saya sendiri dengan lebih banyak bersyukur.

Ketika saya belajar dan menjadi tahu, saya semakin tahu bahwa saya tidak tahu.

Dan saya ingin tetap bisa belajar...

@Cinnamons with Dyah Dhani

Senin, 26 Desember 2011

Sandalmate

0 komentar

26 Desember 2011
Ini liburan natal, namun saya memilih untuk tidak pulang ke Magelang karena ada agenda AAI kemarin. Diam di kost saat hari libur sama sekali tidak menyenangkan dan membuat mood saya buruk.
Saya berjalan menuju ATM sebuah bank swasta yang ada di MM UGM. Dengan penampilan seadanya dan sama sekali tidak matching from head to toe L. Training hitam, baju batik hijau, kerudung biru dan sepasang sandal berbentuk hati warna merah muda.
Sandal ini bersejarah. Ini adalah sandal yang saya pesan bersama teman-teman sebelum liburan ke Bali tahun 2010. Saya, Ririn (Hans Fithria Fajrin|Pendidikan Kimia 2011-UNS), Rezi (Rezi Exacti Nuar|Akper Kesdam Magelang 2011) dan Titik (Titik Nur Istiqomah|PGSD 2011-UNY) memesan sandal berbentuk hati. Masing-masing kami memiliki warna sendiri dan kompakan memakainya selama liburan.
Setelah sampai di MM UGM, gerbang sebelah timur si depan ATM dirantai dan digembok. Mungkin karena memang sedang libur cuti bersama. Oke, karena saya memang butuh ambil uang dan tidak punya pekerjaan di kost, saya memutuskan mengambil uang di ATM Center RSU. Dr. Sardjito. Itu artinya perjalanan 30 menit jalan kaki dari MM UGM dengan kecepatan kucing. J It’s oke. Saya suka jalan kaki, dan itu sering mengembalikan mood saya yang hilang.
Menemui banyak hal di jalan, mengamati berbagai macam orang. Saya benar-benar kurang kerjaan!
Akhirnya, daripada saya sia-sia jalan jauh, saya melanjutkan perjalanan ke kost teman saya Wimar (Dewi Maria Rahayu|Geofisika 2011-UGM), berharap dia mau menemani saya makan di tempat makan favorit saya di dekat kostnya, Kolam Ik*n. Dia tercengang melihat saya datang pagi-pagi (sebenarnya itu sudah jam 10 pagi). Tampaknya dia sudah mencium gelagat saya, datang ke kostnya hanya alibi untuk minta ditemani makan. Haha… Akhirnya dia dan teman sekamarnya, Yiko (Yiko Chi Damara|Farmasi 2011-UGM) menemani saya makan bandeng bakar.
Selesai makan, Yiko meminta saya dan Wimar menemaninya membeli kado untuk adiknya. Oke, diajak belanja tentu saja saya bahagia J.
Kami berangkat ke Mirot* Kamp*s jalan kaki (lagi). Wimar menasehati saya, untuk ganti sandal. Hm… saya merasa nyaman kok, dan saya rasa tidak perlu ganti sandal.
Saat itu hampir jam 12 siang, dan panasnya Jogja membuat ubun-ubun saya berdenyut. Hssssh….
Kami berjalan dengan bahagia, ngobrol ini-itu ke sana-ke mari.
Di trotoar depan kampus MIPA Selatan (Milan), tepat di tengah antara Mirot* Kamp*s dengan Kopm* UGM, saat saya melintas di antara pot tanaman palem dan mobil Yar*s merah, upppss…. SANDAL SAYA PUTUS! Huwaaaaaaa…. TIDAK! Wimar dan Yiko tertawa terbahak-bahak sampai mata mereka tinggal segaris.
Pilihan untuk membeli sandal terdekat tidak ada, karena kami tepat beradai di tengah Mirot* Kamp*s dan Kopm* UGM, sama jauhnya sama panasnya. Sangat tidak mungkin saya melepas sandal dan berjalan di trotoar yang panas dan sepertinya akan segera meleleh karena terik matahari! Oke, saya berjalan dengan menyeret sandal. Membiarkan harga diri tercecer-cecer… Hish…!
Sekitar 5 langkah dari Tempat Kejadian Perkara, tiba-tiba seperti anugerah dari langit, kami menemukan sebuah sandal hijau sebelah kanan di pot palem ! *Jika digambarkan dalam komik saya yakin backgroundnya bintang-bintang berbinar…
Yiko dan Wimar melanjutkan tawa mata segaris mereka sampai guling-guling mungkin kalau bisa! Dan mereka memaksa saya MEMAKAI sandal hijau sebelah itu! OKE!!! Mengingat harga diri yang sudah tercecer sebelumnya, akhirnya saya menguras habis harga diri untuk saya memakai sandal hijau itu berdampingan dengan sandal pink hati saya yang tinggal sebelah.
Saya berjalan dengan sok pede di depan kedua teman sipit saya, padahal dalam hati saya malu setengah mati. Jalan ke Mirot* Kamp*s sama dengan menyeberang jalan 2 kali. Saya berusaha jalan dengan bisa, seolah-olah tidak terjadi apa-apa walaupun banyak pengendara yang berhenti di lampu merah memandangi kedua sandal saya yang tidak sama dengan pandangah setengah melotot setengah terbelalak. Saya masuk ke parkiran sepeda motor di depan Mirot* Kamp*s dan tersenyum bodoh pada tukang parkir. Kemudian tersenyum sok lugu pada satpam di depan escalator dan naik menyusul kedua teman saya. Jahat sekali mereka L.
Buru-buru saya mengambil sandal merah, dan minta tolong Wimar membayar di kasir. Okeee… saya akan simpan sandal hijau ini, siapapun yang meninggalkan sandal hijau ini, saya berhutang budi pada Anda.

Kadang, Anda harus mendengar, yang benar-benar mendengar.
Karena mendengarkan, membuat Anda memahami, atau paling tidak mengerti.

Saya belajar, mempertimbangkan pendapat orang lain itu penting.
Namun, bukan berarti selalu menuruti apapun pendapat orang lain dan tidak memiliki prinsip hidup sendiri.

Terimakasih untuk sahabat-sahabat saya yang selalu ada untuk mengingatkan…

Senin, 05 Desember 2011

Minggu, 04 September 2011

Filosofi Sehelai Saputangan

0 komentar

Saputangan, sahabatku... tak mudah diganti dan dibuang seperti tissue. Bisa kau gunakan untuk mengompres,membalut luka, bahkan mengelap ingusmu. Sahabat pun begitu, bisa meredam emosi, bisa jadi tempat berbagi sakit, dan akan selalu menerimamu dalam keadaan apapun (sekalipun kau ingusan). Dan tak seperti tissue, sahabat takkan mudah terganti.

Love,
Sekar

Filosofi Selembar Keset

0 komentar

Keset. Sahabat. Sahabat akan menempatkan dirinya menjadi keset jika diperlukan. Menjadi tempat mmbuang segala keluh kesah, umpatan, air mata. Dan keset tidak akan protes, tentu saja. Keset mengorbankan dirinya agar alas kaki yang memijaknya bersih. Keset akan ikhlas membahagiakan orang, walaupun orang-orang tidak peduli padanya. Keset selalu ada walaupun jarang diperhatikan. Sahabat-sahabatku, terimakasih sudah menjadi keset yang baik. Dan semoga aku pun bisa menjadi keset yang baik untuk kalian.
Love,
Sekar
 

Bunga Langit Copyright © 2012 Design by Ipietoon Blogger Template